Kamis, 05 Maret 2015

FIKTIF A1 KORUPSI PROYEK BINA MARGA PU SUDAH DI SIDIK dan DI LIDIK, “KEBAL HUKUM” KENAPA?

FIKTIF A1 KORUPSI PROYEK BINA MARGA PU
SUDAH DI SIDIK dan DI LIDIK, “KEBAL HUKUM” KENAPA?
Proyek Penunjang Jln. Sei Awan –Tanjung Pasar
 


Kabid Bina Marga PU Kab.Ketapang  Kalbar.Perencanaan pekerjaan proyek Jalan Sei-Awan Tanjung Pasar
H DANNERY “ selaku Bidang perncanaan Bina Marga di saat DEVI .ST masih menjabat Kadis PU  sebagai Pengguna Anggaran . perencanaan adalah salah satu perancang dan petunjuk layak  atau tidak di bangun Proyek tersebut di lokasi, tempat,  kondisi ,cuaca maupun Alam dalam Pelaksanaan Proyek,  Kabid perencanaan  tau itu semua, maupun PPK dan Kadis sebagai pengguna anggaran’’ perencana ,PPK dan Kadis PU. Harus bertanggung jawab. Pengguna anggaran keUangan Negara dalam Pelaksana dan Disaen. Terindikasi  Di ekomodir, Perencanaan tender,lelang maupun pengadaan satuan Barang/jasa, peranserta  tau namun tidak ambil tau alias  pembiaran , ikut peranserta Membantu dalam Marwah proses  Korupsi. Proyek  dengan Pagu dana ± Rp 4 M. kerugian Negara ±Rp 1,307 M hasil hitungan bisa  di pertanggung jawabkan di hadapan hukum dan UU  pidana Umum yang berlaku di katakan oleh Konsultan  Mas  ANGGONO,ST  lulusan dari  Yokya- Jepan,
_DSC1534.JPG
M2U02150.MPG_000010320.jpg
 


                                                                                   

Pekerjaan Proyek Jl.Sei-Tanjung Pasar.
 
 


     H. DANNERY. PU
 
Ketapang “ RAJAWALI NEWS

Rajawali News“ konfirmasi.’’bersama Kabid perencanaan dan sekarang menjadi Kabid BINA MARGA PU. Kab. Ketapang Kalbar. Rajawali News konfirmasi diruang kerjanya,”  H.DANNERY di katakannya dengan nada congkak dan angkuh seolah dialah yang paling bersih dan suci tidak pernah mengenal korupsi,” saya menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat”. Rajawali news mengiring pertanyaan kepada H. Dannery,” Kenapa mesti menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat, sedangkan permasalahan pekerjaan proyek jalan Sei. Awan – Tanjung Pasar sudah masuk ke ranah penyelidikan dan Lidik pihak Penegak hukum yaitu Polres Kabupaten ketapang Kalbar? Dijawab. H. Dannery dengan Nada menghindar dari pertanyaan tersebut,dengan jawaban tidak bisa di mengerti dan di pahami terstruktur perkataan H.DANNERY,dengan bahasa Bingung membingungkan dan sesat meyesatkan, mengarah hasil pemeriksaan Inspektorat sedangkan H. Dannery dikala itu sebagai kabid perencanaan mengatakan, saya merasa terganggu di saat di panggil dan di periksa sebagai saksi oleh tepikor Polres Kab. Ketapang Kalbar, dan hukum tidak berlaku surut saksi menjadi tersangka, kala di panggil oleh pihak kepolisian, karena dia tau semua, dugaan H. Dannery ikut peran serta dalam korupsi proyek tersebut. Rajawali News konfirmasi kepada Kapolres Kab. Ketapang Kalbar perihal pemberitaan Rajawali News edisi 156,dikatakan Kapolres dengan nada gerah dan tidak bersahabat bersama wartawan,” ini berita tidak benar dan hanya isu, karena membuat saya merasa terganggu dan amat sangat terganngu ya,” kata Kapolres Kab. Ketapang Kalbar. Kasus korupsi jalan Sei-Awan – Tanjung Pasar, sudah di bidik dan masuk target,kata Bapak Kapolres Ary Wahyu, kok Kapolres baru mengatakan terganggu dengan adanya pemberitaan ini, ada apanya dengan kasus korupsi Jalan Sei. Awan – Tanjung Pasar, apakah ada dugaan sontek infus pelicin sabun dengan uang Negara untuk Kemakmuran rakyat dalam membangun infrastruktur penunjang akses antar Desa dan Kecamatan yang telah hancur lebur dengan umur bayi 10 bulan.
Tim ahli berkata lain, jelas hukum tidak berlaku surut buat menghukum tersangka (Tsk) tersebut,  katanya Pimpinan Umum Rajawali News Bapak ALI SOFYAN di Ketapang beberapa waktu yang lalu, untuk Tindak lanjut berkas penyidikkan Dugaan Korupsi Jln. Suka Maju-Tanjung Pasar kita serahkan ke kepada IBU, BAPAK Penegak ahli hukum di  Kab.Ketapang Kalbar maupun di Pusat agar sama-sama berjalan, semoga berkas Jln. Suka Maju-Tanjung Pasar Kab. Ketapang ini tidak kembali lagi ke peyidik Polres seperti Kasus Mark-Up dan korupsi jalan Jambi Sukaramai, kita berharap agar berkas ini tidak kembali lagi,kepeyidik tepikor polres ketapang kalbar.

Rajawali news” lakukan kompirmasi jumpa Pers ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) di bagian Binamarga, saat itu yang di hadiri Kabid Perencanaan Bapak H, Dannery dan Kepala Bidang Binamarga beserta staf lainnya. Dikala Rajawali News konfirmasi lanjut perihal proyek jalan Suka Maju-Tanjung Pasar tentang pemanggilan Kabid perencanan, PPK dan PPTK maupun kontraktor oleh Polres Ketapang dengan status tersangka Mark-Up proyek jalan Sei Awan-Tanjung Pasar tersebut, dijawab Kabid Perencanaan Bapak H. Dannery,” kami merasa terganggu dengan adanya laporan yang membuat kami di panggil oleh Polres Ketapang, kami jadi tidak bisa konsentrasi dalam melaksanakan pekerjaan kami, karena kami selalu di panggil oleh Kepolisian. Rajawali News mengiring pertanyaan kepada staf ahli perencanaan, karena pekerjaan tersebut tidak sesuai RAB dan Data Base. Dijawab H. Dannery,” sudahlah, lebih baik kita duduk satu meja (kopi warning) jangan dipermasalahkan lagi ini semua,kita akan pikirkan untuk kerjasama ke depannya agar lebih bagus, kalau bisa kita mitra, timpalnya H. Dannery. Lanjut kompirmasi bersama Rabudin selaku PPK,” permasalahan ini sudah masuk ke ranah Polisi dan kami sudah di periksa.” Katanya Rabudin Permasalahan ini sudah ada yang urus,kami pasrah saja, Lanjut Rabudin. “ Rajawali News menggiring pertanyaaan kepada Rabudin,” Siapa yang urus di Kepolisian? Dijawab Rabudin, orang nomor satu di Ketapang (BUPATI) yang urus semuanya di Kapolres Kab. Ketapang Kalimantan Barat,”timpalnya Rabudin sebagai PPK.di saksikan H.Dennery sebagai Kabid Perencanaan, Kabid Bina Marga Samsu ,pengawas  lapangan dan team surpey. Miris sekali secara logika barang bukti sudah nyata secara kasat mata dan analisa bersama Tim Ahli Lab. dari Jakarta, apalagi yang kurang dan perlu di kumpulkan, semua tidak masuk hitungan pekerjaan, jalan penunjang jelas Manitapsir Abu-abu dugaan kongkalikong Sawer Korupsi” `Pekerjaan saat ini masih Ambulradul, Masyarakat Desa Suka Maju-Tanjung Pasar merasa kecewa dan krisis kepercayaan terhadap pekerjaan aparatur pemerintah, terutama Dinas PU Kab. Ketapang Kalbar.  Sedangkan pembayaran sudah kelar 100 %. Jalan Suka Maju-Tanjung Pasar di kerjakan asal-asalan, Yang tidak masuk (RAB) Rencana Anggaran Biaya, pengadaan barang/jasa, diduga keras pekerjaan Sawer korupsi, penunjang Infrastuktur Desa Suka Maju-Tanjung Pasar.’’jelas Tajam akurat fiktif A1 ada penyimpangan, disinyalir Korupsi kepentingan pribadi berjama’ah memperkaya diri sendiri dan orang lain dengan surat perjanjian kontrak No: 602/187/PPK-APBD/DPU-B/2013, dengan Pagu Dana  ±Rp.4 milyar tahun 2013 APBD Murni, disinyalir keras Sindikasi signifikan Mark-Up Proyek yang telah merugikan keuangan Negara sebesar: Rp.1.307.000.000, di bidik Inspirasi Target peran pegawai negeri turut serta dalam pengadaan dan pengurusannya proyek adalah tau itu perbuatan  persekongkolan, peran serta ikut membantu adalah perbuatan Korupsi, Ranah Rumusannya adalah.’’ Pasal: 435 KUHP yang di rujuk dalam Pasal:1 ayat (1) huruf c UU No.31 Tahun 1999 sebagai tindak pidana korupsi, yang kemudian di rumuskan ulang pada UU No.20 Tahun 2001, Pegawai negeri dengan sengaja turut serta dalam kejahatan Korupsi, merugikan keuangan negara dan mensengsarakan masyarakat, korupsi adalah pembunuh berjiwa Komunis dan pembunuh berdarah dingin, di ancam dengan kurungan Penjara 20 tahun, paling singkat 5 tahun penjara. reformasi hukum tidak berbelas kasih dan pandang bulu, libas itu korupsi agar masyarakat bahagia sentosa.
 Desa Suka Maju, Sei. Awan-Tanjung Pasar, masyarakat yang enggan disebutkan namanya mempertanyakan, ’’kepada Rajawali News.’’Perihal (PPTK) Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan.”selaku pelaksana teknis tau dengan situasi dan kondisi di saat dalam perancangan pelaksanaan pekerjaan, dalam hal alam maupun iklim yang patut dan yang tidak sepantasnya untuk di laksanakannya, pekerjaan penunjang Infrastruktur pelaksana perancang teknis seharusnya tau dan jeli fungsi guna penunjang kelayakan maupun azas manfaatnya, Ide dan item untuk kelancaran akses ajuan masyarakat yang berkiprah dan di laksanakan PU (pekerjaan umum) Bina marga di bidang Jalan dan jembatan , namun kenyataannya dan hasilnya tidak mobilitas obyektif sumsantantif, pekerjaan yang di lakukan oleh teknis PU Binamarga tersebut, pekerjaan penuh dengan tipu muslihat, faktor internal penyakit angkut kekuasaan jabatan spiritual Ambiosis tata perancang teknis korupsi di Dinas Pu, ada apanya bersama manajemen pelaksana Perencanaan Teknis Pu? H. DANNERY’’  kata masyarakat yang enggan disebutkan namanya. Di harapkan kepada Yth: Timsus Tepikor Mabes Polri RI, Satgas(Satuan tugas) Kejagung, KPK RI, Subdit Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal khusus (Dit Reskrimsus) Polda di Pontianak Kalbar, dan Kejati di Pontianak Kalbar untuk segera membentuk Tim Riksus Pansus  Audit kelapangan dengan pekerjaan yang memakan Dana Puluhan Milyar Rupiah di Kab. Ketapang Kalbar, perlu di bidik pentolan-pentolan proyek terselubung kelas kakap tinggkat Yaahut yang tidak tersentuh Hukum Alias Kebal Hukum: (1) jalan Desa Sei Awan-Tanjung Pasar (2) jalan Sei Awan-Tanjung Pura (Danau Mansubuk),(3) Jalan Pelang-Pesaguan (4).Jalan.Pelang-Tumbang Titi, (5) Jalan.Pesaguan-Kendawangan.”(6) Mega Proyek Jembatan Pawan Lima di Jantung Kabupaten/Kota Ketapang Kalbar,’’ dengan dana cukup Fantastiss & ekonomis 100 milyar rupiah, namun pekerjaan tidak konstitusional. Setiap tahun di anggarkan dan cair 100% namun pekerjaan sampai saat ini tidak ada yang kelar 100%, sungguh naïf Tidak ada Tersangka dan yang terpidana Korupsi di Kab.Ketapang Kalbar sampai saat ini, apakah UU Korupsi dan Pidana Umum Tepikor kurang tajam dan Jitu, ataukah pelakunya Kebal Hukum atau anti Hukum. Buktinya dulu menjadi Kepala Dinas dan sekarang di geser pada kedudukan penting di dalam tampuk pemerintahan dan ada sampai saat ini masih menjabat selaku Kepala Dinas berkompoten di manajemen kepemerintahan, Contoh salah satu H. DARMANSYAH (mantan Kadis PU), H. MANSYUR (Disdik)  ini sudah jelas tersandung kasus korupsi Kadis pengguna anggaran Pengadaan Barang/jasa merugikan keuangan Negara, apakah Hukum di Bungkus dan di Desain dengan bungkusan Bungkus Sabun, berbau licin Sebening air Sabun berakhir licin Sabun.’’Jangan main di luar akal kaji truss itu korupsi, Sumbangsih Sisteming tindak Pidana Umum Piksus TEPIKOR selalu tajam.’'Keren,Elegan dan Menawan, stop (Tumpul Tidak jalan).’’ jangan katakan Ambiosis financial hukum Tajam Keatas Tumpul Kebawah” mengadopsi kolega masyarakat kalangan bawah. Sedangkan kasus proyek PU (Pekerjaan Umum)’’ jln.Suka Maju- Tanjung Pasar ini sudah masuk ke ranah hukum, kalau hukum tidak bisa di tegakkan dalam menindak para koruptor kelas kakap tersebut, berarti ada apanya dengan hukum? di Kab. Ketapang Kalbar ini. Waahh bangsa Indonesia kalau seperti begini terus, laksana.’’ Penguasa Adikasi menciptakan Ranjau Sisteming Korupsi Pembunuh rakyat kalangan bawah yang di Distribusi Instansi para oknum penguasa berdasi tingkat kelas tinggi. Masyarakat tau reformasi, supermasi dan Demokrasi hukum akan berpikir Kab. Ketapang Kalbar akan dibawa kemana, hasil pemeriksaan BPK  dan BPKP di Kab.Ketapang Kalbar. Semuanya Diam, Berdiam dan berdiam, akhir kata tak ada Cerita,waahh sampe Pingsan katanya dalam kediamannya,  apakah kasus korupsi di Kab. Ketapang ini punya ilmu Ampuh Halimun diam, wwaah magic Ilmu spritual, Diam Mantap lanjut hitung Berrdddiamm. ***  (Yn  0086 ‘’ TEAM  Pemburu Fakta dan Berita “di buru atau memburu”)

0 komentar:

Posting Komentar