Kamis, 05 Maret 2015

LAKA LANTAS....!

Sum-Sel JURNAL LAKI
Kabupaten Ogan Ilir di Indralaya (OI)
Terjadinya kecelakaan lalu lintas ada beberapa macam yang diseleksi oleh Rajawali News selama 8 bulan. Dengan demikian ada beberapa kemungkinan yaitu salah satunya jalan berlobang, bobroknya jalan tersebut Pemerintah Ogan Ilir sangat menutup mata disinilah letaknya yang sering disebut Insfrastruktur. Pengemudi sudah banyak mengerti baik itu roda dua, bentor, roda empat serta kendaraan kelas berat Truk diesel, Fusso, dum truk serta trailer dan bus serta kendaraan pribadi. Saran dan pesan KasatLantas Ogan Ilir, terpampang dengan nama besar apa bila jalan macet jangan saling mendahului. Adapun demikian kendaraan pribadi pun sering melaju dengan kecepatan, apalagi kendaraan yang bermuatan berat seperti pengangkutan kayu loging yang diangkat dari pelabuhan akan di bawa kedaerah Muara Enim di perusahaan Tell/ Pabrik kertas dengan kapasitas melebihi tonase, tidak mengukur kapasitas kekuatan jalan raya. Demikian juga truk bermuatan batu bara dari Muara Enim menuju kota Palembang. Dalam hal ini SKPD Ogan Ilir serta wakil rakyat apalagi Dinas PU serta Dinas Perhubungan belum bisa mengantisipasi dalam kapasitas tonase. Yang nampak oleh Rajawali News Dinas Perhubungan yang posisinya diterminal 32 Timbangan Indralaya yang hanya menarik uang dipinggir jalan walaupun truk membawa muatan berat seperti pembawa kayu loging pernah dikandangkan dalam terminal yang sangat hebat tetapi bobrok namun tidak diperiksa sesuai dengan Peraturan Undang-Undang Kehutanan. Peraturannya truk diesel faktur kayu log memakai surat SAK. B. Di gread atau tidaknya setiap muatan tersebut kayu log seharusnya di gread lagi dan diatur dalam surat SAK. B. dengan jumlah 4,5 M kubik bagi muatan satu kendaraan truk diesel. Hal tersebut dalam kapasitas 4,5 M kubik berjumlah 6,5 ton log. Tetapi apabila ditimbang muatan tersebut sangat  syarat dalam arti bisa mencapai 18 ton, apa kata dunia......? apa lagi muatan kayu loging dengan kendaraan triler mencapai 80 ton, dengan kepanjangan bak trailer mencapai 13 M. Dengan demikian Dinas Perhubungan hanya menutup mata yang penting mendapat kocekannya yaitu uang yang diterimanya dengan senang hati, dan ini fakta. Maka dengan segera Rajawali News akan melaporkan ke Mentri Perhubungan, untuk segera di tindak lanjuti. Akibat parahnya jalan Pimpro PU Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten hanya menutup mata ini ternyata benar, apakah Dinas  PU tidak tahu ataupun yang banyak tutup mata, setiap mobil plat merah serta mobil DPR plat BG....PS ini jelas Pejabat Sipil, kenapa tidak. Dengaan kondisi jalan Provinsi rusak parah mulai kota Palembang simpang empat jaka baring/musi dua sampai arah jalan menuju OKI dan menuju kabupaten Prabumulih jalan parah, dapatkah dikatakan jalan Provinsi ......?  Kemanakan dana jalan raya Provinsi selama 10 tahun tidak terendus pembangunan jalan PU Provinsi, kemanakah dana tersebut? Dari tahun 2004 sampai tahun 2014. Anggaran APBN disulap, apalagi jalan, siring pembuangan air atau selokan banyak tidak dikerjakan. Bisa ditinjau secara langsung oleh Mentri PU pusat  dan di pertanggung jawabkan. BPK pusat Jakarta harus tinjau langsung dengan kejadian yang nyata tidak terselesaikan, maka KPK serta BPK Pusat setelah membaca Media Rajawali News agar segera ditindak lanjuti. Jalan merupakan salah satu roda ekonomi karena banyak transportasi kendaraan roda empat dan roda dua yang sering terjadi kecelakaan Lalu Lintas, membuat aparat Kepolisian terpontang panting akibat kecelakaan lalulintas sehingga macet sepanjang jalan membuat kemacetan, mengapa tidak. Jalan tidak dibuat peanimbunan dari As badan jalan yang di buka 2 M kanan-kiri tidak ditimbun akhirnya banyak kendaraan yang tergelempang dan petugas kepolisian terpontang panting untuk mengurus kendaraan yang terguling, tersisip dengan kedalaman dari badan jalan 30 cm sampai 40 cm bagaimana kendaraan tidak akan terguling. Jalan berlobang sehingga sopir tidak dapat memilih jalan yang tidak berlobang, apalagi kendaraan luar daerah sopir tidak mengetahui posisi jalan miring dan anjlok roda depan lalu roda belakang ikut anjlok, karena stir tidak dapat dikendalikan lagi akhirnya mobil tersungkur dan menimpa tiang  listrik seketika itu tiang listrik patah dan mengakibatkan kepadaman listrik mendadak. Kejadian ini bertepatan pada hari kamis tanggal 05 Feb. 2015 pukul 12.30 wib. Seketika itu jalan macet dan aparat kepolisian wilayah Polres Indralaya sangat cepat menangani kejadian tersebut, ini foto kendaraan yang tersungkur dan terbalik, tidak ada korban dalam kecelakaan ini sopir pun selamat. Bila dipandang perlu muatan kendaraan tersebut membawa supermi  dengan kapasitas 6 ton, ralatan Rajawali News tidak masuk akal karena fusso tersebut hanya bermuatan ringan tetapi kecelakaan ini terjadi karena bahu badan jalan tidak ditimbun oleh Dinas PU jalan raya. Demikianlah kecakapan dan kejelian Kasat Lantas Polres OI dapat diacungi jempol, dan hari esoknya mobil tersebut ditarik dan bisa diselamatkan. Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir  tidak memperhatikan jalan raya tersebut, apakah anggaran APBN Pusat selama sekian tahun tidak pernah di cairkan, benarkah hal tersebut ?... berarti Mentri PU Pusat perlu dipertanyakan oleh BPK Pusat jakarta dan BPK Provinsi. Ini tidak layak sekali dalam Peraturan Dinas Pekerjaan Umum (PU) jalan Provinsi/ jalan negara yang tidak diperhatikan. Maka BPK RI. Pusat serta KPK segera turun tangan dan mengaudit hal tersebut, karena jalan ke 16 daerah dan kota banyak yang rusak parah. Berakhirnya nanti akan tersandung secara langsung dan yuridis tindak pidana korupsi, apakah ini yang dikatakan Reformasi ? tetapi bukan Reformasinya hanya konsersium berjemaah serta dipertanggung jawabkan. Berita ini akan berlanjut ke Mentri Perhubungan, BPK, KPK, serta Presiden RI. Ir. Joko Widodo.

ANDA MENEMUKAN PEJABAT KORUPSI
Hubungi Pengaduan Masyarakat ke KPK
Telp. (021) 25578389. Faks. (021) 52892425
Email Pengaduan: pengaduan@KpK.go.id
Untuk Informasi sekitar KPK & Pemberantasan Korupsi
Hubungi Biro Humas KPK Tlp.(021) 25578498. Faks. (021) 52905592

0 komentar:

Posting Komentar