Kamis, 05 Maret 2015

PROYEK BANTUAN GUBERNUR DI DESA AMBULU DIDUGA DIKORUPSI BERJAMAAH

PROYEK BANTUAN GUBERNUR DI DESA AMBULU DIDUGA DIKORUPSI BERJAMAAH

Untitled-1.jpg


Cirebon Timur, Rajawali News
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Negeri Cirebon, Gubernur Jawa Barat, Bupati Cirebon diminta segera bertindak tegas turun ke wilayah Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon, khususnya di desa Ambulu. Diduga banyak proyek bantuan pemeirntah baik pusat maupun daerah diduga anggaran pelaksanaannya dikorupsi berjamaah oleh pihak desa maupun pelaksana proyek yang akhirnya pembangunan yang dilaksanakan terkesan asal-asalan, menyimpang dari bestek yang sudah ditentukan pihak pemerintah.
Seperti saat ini di Desa Ambulu, sedang melakasanakan proyek drainase yang dananya berasal dari bantuan gubernur sebesar Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah) Tahun Anggaran 2014. Dari hasil investigasi team pemburu fakta, pengerjaan yang dilaksanakan terkesan asal-asalan (amburadul). Belum selesai SPJ, proyek sudah hancur lebur, diduga dana anggaran proyek dikorupsi oleh oknum aparat desa dan pelaksana proyek dengan cara berjamaah, makanya hasil pekerjaannya terkesan asal-asalan.
Warga masyarakat Desa Ambulu saat ditemui media ini mengatakan “Benar pak wartawan, proyek pembangunan yang ada di desa kami pelaksanaan pembangunannya asal-asalan, baik proyek PNPM-Mandiri, proyek ADD, dan sekarang proyek drainase bantuan dari Bapak Gubernur. Pekerjaan bangunannya asal-asalan, belum apa-apa bangunannya sudah hancur lebur, hal tersebut sudah jelas dana anggaran yang ada banyak dipangkas atau dikorupsi oleh pihak Desa Ambulu atau pelaksana proyek itu sendiri, makanya setiap ada bangunan bantuan pemerintah bangunannya terkesan asal-asalan (amburadul),” ujar Jam kepada wartawan media ini.
Mustakim, Kaur Exbang Desa Ambulu saat dikonfirmasi media ini mengatakan, “Mangga konfirmasi langsung ke Pokmasnya sebagai pelaksana proyek,” ujarnya. Sementara itu Jahari selaku pelaksana pembangunan proyek tersebut mengatakan, “Pembangunan drainase yang rusak hancur itu akan saya perbaiki lagi, masa waktu proyek itukan sampai satu tahun, lagi pula SPJ-nya kan belum jadi (dibuat), proyek tersebut akan saya perbaiki paling habis 50 juta, tapi orang yang merusak pembangunan itu akan saya laporkan ke polisi,” ujarnya. Mengiringi pembicaraan “Silahkan bapak temui Sekdes Nuridin dan Umang, saya kan hanya pelaksana”, lanjut Jahari kepada media ini.

Nuridin, Sekdes Ambulu saat ditemui media ini mengatakan, “Proyek senderan tersebut ada pelaksananya, kami pihak desa hanya membikin SPJ saja dari pelaksanaan proyek tersebut”, ujarnya. Sementara itu, proyek-proyek yang didanai dari bantuan pemerintah baik pusat maupun daerah di desa Ambulu diduga banyak dikorupsi oleh para aparatur desa Ambulu yang bernama Nuridin, Umang, dan Jahari termasuk kuwunya, “Proyek dikorupsi secara berjamaah”, ujar Ton kepada wartawan media ini. (Aseng/Yanto)

0 komentar:

Posting Komentar