Kamis, 05 Maret 2015

RASKIN TIDAK LAYAK DIKOMSUMSI ‘’ CAMAT PANGENAN DIDUGA BUTA TULI ‘’

RASKIN  TIDAK LAYAK  DIKOMSUMSI  ‘’ CAMAT  PANGENAN  DIDUGA  BUTA  TULI ‘’

   
Text Box:         
Drs. Nanang Supriyatno

Cirebon,Media Laki
Program raskin yang memang sangat dibutuhkan oleh warga miskin(kurang mampu)diseluruh indonesia,dari dulu program  raskin disambut baik(Positip} dikalangan masyarakat kurang mampu(miskin} walau banyak penyimpangan dalam pelaksanaan yang ada dilapangan tidak sesuai dengan infers no 3 tahun 2007,karena dalam pelaksanaan raskin yang ada dilapangan (DESA)beras tersebut dibagi rata atau disebut Rasta,bahkan harga raskin pun warga miskin menebusnya Rp.2000 perkilo garamnya,bahkan jatah raskin untuk warga miskin dikurangi.
Disisi lain dalam program raskin,warga masyarakat kurang mampu mengeluh dan kecewa  atas pentribusian baras raskin dari pihak bulog ke kecamatan,desa sampai kemasyarakat kurang mampu,kualitas beras yang ditebus(diterima}tidak layak dikomsumsi oleh warga masyarakat kurang mampu,karena beras yang diterima berbahu apek adan berkutu,sepertihalnya beras raskin yang diterima warga masyarakat desa pengarengan kec.pangenan kaupaten Cirebon,belum lama ini.
Warga masyarakat menilai dengan adanya beras raskin yang tidak layak dikomsumsi tetap dikirim saja dari pihak bulog,hal tersebut sudah jelas kurang tegasnya pihak kecamatan,sepertihalnya camat pangenan,’’yang diduga buta dan tuli’’sudah tahu beras tersebut tidak layak dikomsumsi warga masyarakat miskin,kenapa pihak kecamatan(CAMAT} dan pemerintahan desa tidak melakukan penolakan penteribusian dari pihak bulog,berarti sudah jelas camat pangenan Drs Nanang,S tersebut buta dan tuli,bahkan kami menduga adanya kong kali kong dengan pihak bulog itu sendiri,tegas angga kepada wartawan media ini.

Andiyanto,sarjana hokum,ketua lascar anti korupsi  Indonesia(LAKI}jawa barat dan selaku Advokat mengatakan,’’  memang program raskin sering kali terdapat adanya adanya penyimpangan,beras raskin yang dikirim dari pihak bulog sering terjadi tidak layak dikomsumsi warga masyarakat miskin,hal tersebut seharusnya pihak kecamatan dan desa,seperti halnya camat dan kuwu harus tegas kepada petugas bulog untuk bias melakukan penolakan pentribusian beras tersebut apabilah beras yang dikirim tidak layak dikomsumsi.apa bilah pihak kecamatan dan desa membiarkan saja dengan adanya kualitas beras yang berbahu apek dan berkutu tersebut,berarti sama saja okunum camat dan oknum kuwu tersebut diduga buta dan tuli,kami sberharap kepada bupati terpilih Drs H.Sonjaya purwadi sastra,untuk dapat turun tangan ke kecamatan pangenan  dan desa-desa dikecmatan pangenan,dalam menykapi keluhan warga masyarakat miskin yang setiap menerima raskin selalu kualitas bersanya kurang baik dan kurang layak dikomsumsi masyarakat kurang mampu.(YANTO/OVAN}

0 komentar:

Posting Komentar