Rabu, 04 Maret 2015

SOSIALISASI DARI KEPALA SEKSI MAPENDA KEMENAG PURWAKARTA TENTANG SERGUR GURU NON PNS/GBPNS

SOSIALISASI DARI KEPALA SEKSI MAPENDA KEMENAG PURWAKARTA TENTANG  SERGUR GURU NON PNS/GBPNS
 Purwakarta Media Laki. Terkait dengan verifikasi dan validasi verval bagi GBPNS yang harus diisi setiap semester, Kepala Seksi Mapenda /Pendais Kemenag Kab.Purwakarta ( Bpk H. Ateng Saepul Aman) pada hari senin 02/03 di Gedung MI Salafiyah Sempur dihadapan peserta rapat yaitu para kepala MI dan Guru-gura yang sudah bersertifikasi dan yang sudah Inpassing yang ada di Kec. Plered, Kec. Darangdan dan Kec. Tegal Waru Menyampaikan “karena semester sekarang ini merupakan semester terakhir untuk validasi data dan seandainnya tidak di upload, maka sistem dengan sendirinya akan menghapus NUPTK yang bersangkutan dan harus mengajukan kembali, adapun bagi guru yang NRG nya yang dimulai dengan angka 02 dan 09  tidak dirubah yang dimulai dari tahun 2007 dan 2010, walaupun sistem menolak hal ini sebagimana yang dikemukakan oleh Kasi Pendais/Mapenda Kemenag Kab.Purwakarta.

”. Fihak KasiPendais/Mapenda Kemenag Kab.Purwakarta sudah melaporkannya supaya hal ini secepatnya dapat di diaktifkan. Kemudian yang mengeluarkan kartu NUPTK dalam hal ini operator sekolah  baiknya tidak permanen, fihak kasi mapenda Purwakarta sudah diminta satu bulan sebelumnya oleh Dirjen  Pendais melalui Kanwil bagi guru  yang NRG nya berawalan 02 dan 09, untuk vervalnya jangan dilanjutkan menunggu jawaban dari Dirjen pendais, dan nanti akan di impormasikan kepada yang bersangkutan melalui kepala sekolahnya masing-masing atau melaui operator sekolah. Terkait dengan persyaratan untuk pengajuan tunjangan profesi guru non PNS/GBPNS untuk bulan januari sampai dengan bulan maret  untuk segera disusun dan diserahkan ke kasi mapenda kemenag purwakarta. Adapun untuk GBPNS yang sudah infassing yang rencannaya akan dibayarkan sesuai pangkat golongan meleset dari aturan yang sudah ditetapkan pemerintah yaitu peraturan mentri Agama Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2014 Bab III Pasal 6 ayat 1 yang berbunyi ” Tunjangan profesi bagi GBPNS yang telah memiliki jabatan fungsional guru diberikan setara dengan gaji PNS pada pangkat, golongan, jabatan dan kualifikasi akademik yang sama sesuai dengan penetapan inpassing jabatan fungsional guru yang bersangkutan”. Mengingat ada pemangkasan anggran oleh pemerintah Pusat, karena untuk guru-guru non PNS/GBPNS termasuk yang dibawah naungan Kementrian Agama masuk pada bantuan bansos yang kodenya akun anggaran 59 sedangkan bantuan bansos ada pemangkasan dari pemerintah pusat, untuk  non PNS/GBPNS Kab.Purwakarta sebesar 17 milar yang terdapat dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) dan hanya berbentuk angka , yang jadi permasalahan dalam pengalokasian anggaran adalah sudah  disaving /dipangkas sebesar 2,8 m dari anggaran untuk non PNS/GBPNS jumlahnya 8 milyar sesuai perhitungan 520 x 4,5 x 3,  sedangkan untuk PNS kode akun mata anggarannya nomor 52 (belanja pegawai/anggran gaji), dan sangat disayangkan yang sudah jelas-jelas anggarannya untuk guru-guru non PNS/GBPNS kenapa dipangkas ?, terkecuali untuk kegiatan-kegaitan perjalan dinas dll wajar dipangkas, dan pemerintah punya kewajiban untuk membayar sergur guru-guru honor yang sudah sertifikasi dan inpassing untuk membayar dalam pembahasan RAPBN-P. Dan yang akan dibayarkan adalah pada tahun berjalan, ketika persyaratn sudah sesuai  maka fihak terkait wajib meminta kepada kas negara dalam hal ini KPPN untuk membayarkannya melalui rekening masing-masing, dari pma bahwa pembyaran infasing yg harus dibayar sesuai golongan, tapi kenyataannya masih dibayarkan sama sebesar 1,5 jt, tapi hal ini akan diajukan kembali agar ada perubahan dalam RAPBN-P supaya direlisasikan. dialin fihak para guru-guru GBPNS yang sudah sertifikasi dan Infassing merasa kecewa dengan dipangkasnnya anggaran oleh Pemerintah pusat untuk kegiatan permbayaran Sergur,  hal ini jelas jelas  mengusik rasa keadilan GBPNS dibandingkan dengan guru-guru yang PNS padahal ktidak ada perbedaan dalam menjalankan kewajiban seorang guru/pendidik   (Saepul Bahri)

0 komentar:

Posting Komentar